WELCOME TO MY BLOG

Jumat, 25 November 2011


Kurma Kaya Manfaat

Bulan puasa identik dengan kurma sebagai cemilan khas saat buka puasa. Buah yang berasal dari Timur Tengah ini dipercaya mempunyai banyak khasiat dan sudah tidak disangsikan lagi. Kandungan tannin  tinggi di dalamnya dapat membantu prose pembersihan jalur dalam pencernaan. Kurma yang diolah menjadi sirup, kurma membantu proses peredaan radang tenggorokan, flu, demam dan keluhan lainnya. Hebatnya lagi, penduduk Timur Tengah mempercayai kurma sebagai tameng melawan candu alkohol.
Dalam hadist Rasulullah dihimbau, “sebaiknya ketika berpuasa berbukalah denagn 3 butir kurma. maka kita akan merasakan kenyang yang berbeda”. Dan jawabannya adalah dalam kurma terdapat kandungan gizi yang luar biasa, yakni kandungan karbohidrat alam berupa gula, mineral, serat dan vitamin. Ketika kondisi tubuh menurun karena puasa, asupan gizi kurma akan memulihkan konisi fisik seperti semula.
Dalam kondisi matang-empuk (rutab), kurma mengandung 80% gula dan 20%nya protein, mineral, lemak, zat besi, kalium, magnesium, dan bahkan tembaga.100gram kurma dalam kondisi segar (khalal) memberikan kalori sebesar 230 kkalserta asupan vitamin C dalam jumlah besar. Sementara kurma dalam keadaan matang-kering (tamr), jumlah vitamin C nya agak berkurang seiring dengan air yang menguap. Kurma juga mengandung vitamin B1, B2, B6, biotin, asam folat, folacin, beta carotene, nicotinamide, dan asam pantotenat. Komplet deh pokoknya.
Bermanfaat banget dong, apalagi kalo kita sedang berpuasa. Kurma bagaikan mutiara menyegarkan di kala dahaga. Kurma emang kaya manfaat buat tubuh kita.
                                                          (sumber: Gaul edisi 32)
   

Kamis, 24 November 2011


Di Mars Ada Danau?

            Sumber-sumber kehidupan yang ada di Planet Mars terus diselidiki dan diteliti. Dari hasil penelitian yang ada, bongkahan es pernah ditemukan, tapi keberadaannya masih belum jelas. Kini dengan adanya sebuah lembah di Mars diduga kuat bakal menguatkan kemungkinan adanya danau di Mars. Dugaannya tentu mengarah bahwa danau itu setidaknya terisi air. Namun saat ditemukan kondisinya sudah kering.
          Lewat tangkapan kamera high resolution imaging science experiment dari pesawat Reconnaissance Orbiter, menandakan adanya air yang memotong lembah sepanjang 50 km. Hal ini dilaporkan oleh sebuah tim Universitas Coloardo, Amerika. Danau gengan perkiraan berukuran 200km2 dan kedalaman 450 m, pernah ditulis oleh peneliti dari jurnal Geophysical Research Letters.Peneliti masih mencari fakta baru tentang keberadaan tepi sungai raksasa atau laut dipermukaan Mars.  
          Sebenarnya penemuan ini bukan hanya untuk informasi bagi kehidupan masa depan, tapi juga dapat mengidentifikasi rahasia biologi masa lalu di Mars. Meskipun hanya sebuah danau, kali aja airnya telah menguap atau membeku selama perubahan iklim yang singkat. Sayangnya hal ini nggak ada yang tahu tentang perubahan itu di Mars, selain Mars merupakan planet yang lembab dan hangat. So,tunggu aja penemuan-penemuan yang mengejutkan berikutnya dari peneliti hebat di Mars, Ok!!!
                                                                   (Sumber: berbagai sumber)

Kamis, 17 November 2011


ABANGKU BUKAN PENCOPET

          Sorotan sinar matahari menyinari bumi. Burung pun terbangun dari tidurnya dan berterbangan dengan kicauannya yang meramaikan suasana pagi itu. Terdengar dari kejauhan suara peluit kereta api mulai mendekat ke stasiun Kediri. Firman terbangun dari tidurnya setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Ketika dia baru saja membuka matanya, dia melihat seseorang yang mencurigakan mengambil dompet dari sebuah tas penumpang. Semua penumpang belum terbangun, kereta masih sunyi senyap. Firman segera bangun dari duduknya dan mencegah orang mencurigakan itu melakukan kejahatannya. Dia sempat berkekahi dengan pencopet itu dan berhasil merebut dompet yang telah diambil. Kemudian pencopet itu melarikan diri dari kereta.
          Firman masih memegang dompet itu dan seorang penumpang lain terbangun. Firman terkejut sekali ketika penumpang itu meneriakinya pencopet.
         “ Hai pencopet...”
          “ Aku bukan pencopet, aku hanya ingin mengembalikan dompet ini kepada pemiliknya.”   
“ Mana mungkin maling mau mengaku. Ayo kita bawa pencopet ini ke kantor polisi.”
“ Aku sungguh-sungguh tidak mencuri. Kalian salah paham.”
“ Sudahlah, jangan berbohong terus.”
          Dengan terbata-bata Firman diseret ke kantor polisi. Mereka melaporkan Firman kepada polisi dengan tuduhan pencurian. Firman harus mendekam di penjara atas apa yang tidak dia lakukan. Tempat itu terlalu buruk untuk orang yang tidak bersalah. Tempat itu terlalu sempit, pengap dan gelap. Dibalik jeruji Firman berdoa dia akan dibebaskan dari tuduhan karena dia tidak bersalah. Saat dia berdoa, seorang polisi datang dan membukakan sel penjara. Keluarganya sudah menunggu di ruang besuk.
         “ Firman!!! Kamu memalukan. Kenapa kamu mencuri, apa kurang uang yang bapak berikan padamu?”
( Firman hanya terdiam dan tertunduk )
“ Dasar anak kurang ajar.”
( Pak Anwar menampar Firman dengan penuh kemarahan )
“ Jangan marahi kakak pak. Rosa yakin kakak tidak akan melakukan hal yang tercela.”
“ Buktinya sekarang abangmu mencuri. Sudah jangan dibela terus abangmu yang pencuri. Kalau kamu tetap membelanya, ikut saja abangmu dipenjara. ”
“ Tapi pak...”
“ Sudah jangan diteruskan. Kamu mau melawan bapak ya, atau kamu mau jadi anak kurang ajar seperti abangmu ini?”
          Pak Anwar dan Bu Ranti pergi meninggalkan Firman. Tetapi Rosa masih saja menunggui abangnya dengan berlinangan air mata. Rosa tidak percaya abangnya melakukaun hal serendah itu. Dia tahu bahwa abangnya adalah seorang muslim yang taat beribadah. Mustahil abangnya melakukan hal yang dilarang Allah.
         “ Kakak tidak mencuri kan? Ini hanya salah paham.”
  Tidak. Semua ini benar Rosa, kakak telah mencuri. Maafkan kakak.”
          “ Kakak bohong! Aku tahu kakak. Kakak tidak akan melakukan hal itu meskipun dalam keadaan terdesak.”
“ Tapi kakak juga manusia biasa yang mungkin bisa melakukan apapun.”
“ Rosa tetap tidak percaya. Kenapa kakak menyembunyikan kebenaran. Harusnya kakak......”
“ Cukup Rosa, sebaiknya kamu pulang. Jangan pedulikan kakak. Kamu jangan melawan bapak.”
          Firman meninggalkan Rosa yang masih berlinagan air mata. Dia tidak ingin Rosa dimarahi bapak karena membelanya. Tapi dia juga sedih dia harus berbohong kepada adik yang sangat disayanginya. Dia terpukul sekali keluarganya tidak mempercayainya lagi. Dia benar-benar sudah putus asa.
           Sementara itu, Rosa terus meyakinkan orang tuanya untuk membebaskan kakaknya. Dia tetap keukeh pada keyakinannya kalau abangnya tidak bersalah. Selama beberapa hari dia pergi dari rumah untuk mencari bukti. Dia selalu mendatangi stasiun dimana abangnya dituduh sebagai pencuri untuk mencari informasi. Sampai suatu hari dia menemukan selebaran dengan gambar seseorang yang sedang diburu polisi sebagai pencopet kelas kakap. Dia yakin orang itulah yang telah mencuri, bukan kakanya. Setelah 2 hari menginap di stasiun itu untuk menemukan pencopet itu, Rosa akhirnya menemukannya dan mengikutinya. Ketika pencopet itu sedang melakukan aksinya, Rosa berteriak dan akhirnya pencopet itu ditangkap. Pencopet itu pun dibawa ke kantor polisi. Rosa ikut ke kantor polisi sebagai saksi. Dia mencoba untuk membebaskan abangnya. Pencopet itu akhirnya mengaku bahwa yang mencopet saat itu adalah dirinya, bukan Firman. Firman dibebaskan.
          “ Aku yakin kakak tidak mencuri. Dan aku sudah buktikan itu.”
          “ Terima kasih Rosa. Kamu sudah percaya pada kakak dan membebaskan   kakak. Kakak sangat berhutang padamu.”
“ Kakak...kita kan saudara. Tidak ada hutang diantara kita. Aku ikhlas melakukannya.”
          Firman sangat senang dan tidak bisa berkata-kata lagi. Kedua saudara itu pun saling berpelukan. Tiba-tiba ada orang yang memeluk mereka dari belakang. Orang itu adalah Pak Anwar dan Bu Ranti.
         “ Maafkan bapak karena sudah tidak mempercayai anak bapak sendiri.”
“ Tidak apa-apa pak. Yang penting sekarang ini saya sudah keluar dari penjara berkat putri bapak yang hebat ini.”
          Mereka semua tersenyum bahagia. Dan saling berpelukan.   

Kado Spesial


Sore itu seorang cewek mengetuk pintu rumahku. Saat itu aku baru selesai mandi. Aku suruh dia menunggu di ruang tamu sementara aku ganti baju. Ketika aku keluar, aku mencarinya di ruang  aku berjalan menuju teras rumah, ku pikir dia sudah pergi. Petang itu langit memerah ketika matahari mulai tenggelam. Aku menoleh ke sisi barat rumahku dan kudapati temanku duduk termenung memendang telepon genggam di tangannya.
“ Ada apa Mega ? tumben sore-sore kesini ?”
          “ Aku sedang bingung nih. Kasih saran dong ?”
          “ Ada apa sih? Aku nggak ngerti. Ceritain dong!”
          “ Enaknya gimana ya? Aku hubungin apa nggak ?”
          “ Hah? Aku jadi makin bingung deh. Emang siapa yang mau kamu hubungin?”
( Tanyaku sambil merebut telepon genggamnya)
         Aku melihat nama Fauzi dikontaknya. Fauzi adalah cowok yang sudah beberapa bulan dia kagumi. Mega bertemu Fauzi saat naik angkutan umum bareng ketika mau berangkat sekolah. Saat itu pula, Mega mulai menyukainya. Dia bercerita padaku, aku menjadi penasaran dan ingin bertemu dengannya. Pagi harinya, aku berangkat bareng sama Mega, kami berdua berharap bertemu dengan Fauzi. Tapi sampai di sekolah, kami tak juga bertemu dengannya. Beberapa hari  Mega tak bertemu Fauzi, ternyata Fauzi sekarang berangkat sekolah naik sepeda motor. Itulah sebabnya, Mega tak pernah bertemu dengannya. Dia berusaha mendapatkan nomor telepon Fauzi melalui temannya yang satu sekolah dengannya.
“ Sekarang kamu kan udah dapatnomor teleponnya, tunggu apalagi? Telepon dong.”
“ Nggak ah. Takut.”
“ Ya udah, SMS aja.”
“ Aku nggak tau mau ngomong apa. Makanya kasih saran dong!”
“ Ajak kenalan aja.”
“ Tapi aku nggak berani, nerveous.”
“ Coba aja, harus optimis. Aku doain deh.”
“ OK! Aku akan nyoba.”
        Mega mulai mengetik beberapa huruf yang menjadi rangkaian kata dan mengirimnya kepada Fauzi. HP-nya berdering dan mendapat balasan dari cowok yang disukainya. Jantungnya berdegup kencang ketika membaca SMS dari Fauzi. Mereka berdua berkomunikasi lewat telepon genggam masing-masing. Tak terasa jam menunjukkan pukul  7.35 malam. Mega pulang dari rumahku.
        Aku pun masuk ke rumah. Malam itu HP-ku bergetar terus mendapat pesan dari Mega. Dia nerveous sekali saat ditelpon Fauzi. Kebetulan malam itu malam minggu, Fauzi mengajaknya pergi bersama. Tapi dia bingung sekali harus bagaimana, dia tidak pernah keluar malam bareng cowok apalagi malam itu dia nerveous sekali. Akhirnya dia tidak menerima ajakan Fauzi.
        Malam itu, aku masih sibuk berpesan singkat dengan Mega. Fauzi ingin bertemu dengannya. Aku iseng membuka catatan di kalender HP-ku. Ternyata besok adalah hari ulang tahun Mega. Aku mempunyai ide ingin memberi kado spesial untuknya. Aku memencet beberapa nomor dan menghubunginya.
          “ Halo.” (jawabnya pelan)
“ Halo. Ini Fauzi?”
“ Ya. Ini siapa ya ?”
“ Aku Risa temannya Mega.”
“ Ooh. Ada apa ya ?”
“ Kamu mau ketemu Mega kan? Gimana kalau besok aja. Besok dia kan ulang tahun.”
“ Oh ya..... besok Mega ultah? Kebetulan banget. Boleh juga ide kamu.”
“ Kamu setuju nggak. Tapi ini surprise buat Mega.”
“ OK! Kamu yang atur deh.”
          Aku  membuat rencana dengan Fauzi untuk pertemuannya dengan Mega. Kami sepakat bertemu di suatu tempat. Aku mengatur waktu untuk pertemuan itu. Setelah semua rencana beres, aku bersiap untuk tidur.
          Sore harinya aku mengajak mega pergi. Aku tidak bilang padanya kalau kami akan menemui Fauzi. Sementara kami dalam perjalanan, Fauzi sudah menunggu di pelabuhan tempat yang telah disepakati.
         “ Kita mau kemana,Sa?”
“ Udah deh ikut aja.”
          Kami berhenti di pelabuhan, disana Fauzi sudah menunggu. Aku berjalan menuju pinggir pelabuhan, kemudian dudk di pinggiran. Mega duduk di sampingku.
         “ Suasananya indah bukan? Anginnya bertiup segar dan langitnya mulai memerah.”
“ E’em....”
“ Selamat ulang tahun ya?
( seseorang datang menghampiri kami dan menepuk pundak Mega )   
“ Taraaa..... surprise!!!! Siapa itu?”
" Lho.. kok ada Fauzi?”
          “ Selamat ulang tahun ya plend. Semoga makin cantik, pinter, dapet cowok. Ya udah aku mau pergi dulu takut nganggu. Baik-baik ya sama Fauzi.. hehehe”
“ Heh.. jangan kabur! iseng banget sih..” ( teriak Mega )
“ Hai Mega... selamat ulang tahun ya.”
“ He’em...makasih”
“ Ternyata kamu manis juga ya.” ( gurau Fauzi )
          Mega tersenyum malu. Mereka bercengkrama dan tertawa-tertawa kecil. Aku melihat Dari kejauhan keakraban mereka. Aku ikut senang dan berharap mereka menjadi sepasang kekasih.