WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 17 November 2011

Kado Spesial


Sore itu seorang cewek mengetuk pintu rumahku. Saat itu aku baru selesai mandi. Aku suruh dia menunggu di ruang tamu sementara aku ganti baju. Ketika aku keluar, aku mencarinya di ruang  aku berjalan menuju teras rumah, ku pikir dia sudah pergi. Petang itu langit memerah ketika matahari mulai tenggelam. Aku menoleh ke sisi barat rumahku dan kudapati temanku duduk termenung memendang telepon genggam di tangannya.
“ Ada apa Mega ? tumben sore-sore kesini ?”
          “ Aku sedang bingung nih. Kasih saran dong ?”
          “ Ada apa sih? Aku nggak ngerti. Ceritain dong!”
          “ Enaknya gimana ya? Aku hubungin apa nggak ?”
          “ Hah? Aku jadi makin bingung deh. Emang siapa yang mau kamu hubungin?”
( Tanyaku sambil merebut telepon genggamnya)
         Aku melihat nama Fauzi dikontaknya. Fauzi adalah cowok yang sudah beberapa bulan dia kagumi. Mega bertemu Fauzi saat naik angkutan umum bareng ketika mau berangkat sekolah. Saat itu pula, Mega mulai menyukainya. Dia bercerita padaku, aku menjadi penasaran dan ingin bertemu dengannya. Pagi harinya, aku berangkat bareng sama Mega, kami berdua berharap bertemu dengan Fauzi. Tapi sampai di sekolah, kami tak juga bertemu dengannya. Beberapa hari  Mega tak bertemu Fauzi, ternyata Fauzi sekarang berangkat sekolah naik sepeda motor. Itulah sebabnya, Mega tak pernah bertemu dengannya. Dia berusaha mendapatkan nomor telepon Fauzi melalui temannya yang satu sekolah dengannya.
“ Sekarang kamu kan udah dapatnomor teleponnya, tunggu apalagi? Telepon dong.”
“ Nggak ah. Takut.”
“ Ya udah, SMS aja.”
“ Aku nggak tau mau ngomong apa. Makanya kasih saran dong!”
“ Ajak kenalan aja.”
“ Tapi aku nggak berani, nerveous.”
“ Coba aja, harus optimis. Aku doain deh.”
“ OK! Aku akan nyoba.”
        Mega mulai mengetik beberapa huruf yang menjadi rangkaian kata dan mengirimnya kepada Fauzi. HP-nya berdering dan mendapat balasan dari cowok yang disukainya. Jantungnya berdegup kencang ketika membaca SMS dari Fauzi. Mereka berdua berkomunikasi lewat telepon genggam masing-masing. Tak terasa jam menunjukkan pukul  7.35 malam. Mega pulang dari rumahku.
        Aku pun masuk ke rumah. Malam itu HP-ku bergetar terus mendapat pesan dari Mega. Dia nerveous sekali saat ditelpon Fauzi. Kebetulan malam itu malam minggu, Fauzi mengajaknya pergi bersama. Tapi dia bingung sekali harus bagaimana, dia tidak pernah keluar malam bareng cowok apalagi malam itu dia nerveous sekali. Akhirnya dia tidak menerima ajakan Fauzi.
        Malam itu, aku masih sibuk berpesan singkat dengan Mega. Fauzi ingin bertemu dengannya. Aku iseng membuka catatan di kalender HP-ku. Ternyata besok adalah hari ulang tahun Mega. Aku mempunyai ide ingin memberi kado spesial untuknya. Aku memencet beberapa nomor dan menghubunginya.
          “ Halo.” (jawabnya pelan)
“ Halo. Ini Fauzi?”
“ Ya. Ini siapa ya ?”
“ Aku Risa temannya Mega.”
“ Ooh. Ada apa ya ?”
“ Kamu mau ketemu Mega kan? Gimana kalau besok aja. Besok dia kan ulang tahun.”
“ Oh ya..... besok Mega ultah? Kebetulan banget. Boleh juga ide kamu.”
“ Kamu setuju nggak. Tapi ini surprise buat Mega.”
“ OK! Kamu yang atur deh.”
          Aku  membuat rencana dengan Fauzi untuk pertemuannya dengan Mega. Kami sepakat bertemu di suatu tempat. Aku mengatur waktu untuk pertemuan itu. Setelah semua rencana beres, aku bersiap untuk tidur.
          Sore harinya aku mengajak mega pergi. Aku tidak bilang padanya kalau kami akan menemui Fauzi. Sementara kami dalam perjalanan, Fauzi sudah menunggu di pelabuhan tempat yang telah disepakati.
         “ Kita mau kemana,Sa?”
“ Udah deh ikut aja.”
          Kami berhenti di pelabuhan, disana Fauzi sudah menunggu. Aku berjalan menuju pinggir pelabuhan, kemudian dudk di pinggiran. Mega duduk di sampingku.
         “ Suasananya indah bukan? Anginnya bertiup segar dan langitnya mulai memerah.”
“ E’em....”
“ Selamat ulang tahun ya?
( seseorang datang menghampiri kami dan menepuk pundak Mega )   
“ Taraaa..... surprise!!!! Siapa itu?”
" Lho.. kok ada Fauzi?”
          “ Selamat ulang tahun ya plend. Semoga makin cantik, pinter, dapet cowok. Ya udah aku mau pergi dulu takut nganggu. Baik-baik ya sama Fauzi.. hehehe”
“ Heh.. jangan kabur! iseng banget sih..” ( teriak Mega )
“ Hai Mega... selamat ulang tahun ya.”
“ He’em...makasih”
“ Ternyata kamu manis juga ya.” ( gurau Fauzi )
          Mega tersenyum malu. Mereka bercengkrama dan tertawa-tertawa kecil. Aku melihat Dari kejauhan keakraban mereka. Aku ikut senang dan berharap mereka menjadi sepasang kekasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar